Senin, 09 Juli 2012

Musailamah Al Kadzab

 

Musailamah Al Kadzab adalah seorang yang mendakwahkan dirinya sebagai nabi dan rasul. Hal ini dilakukan Musailamah, hal ini dilakukan Musailamah lantaran ingin menandingi kebesaran Nabi Muhammad SAW. Setelah memproklamirkan dirinya sebagai nabi dan rasul, musailamah kemudian membentuk pasukan yang berkekuatan 40.000 tenaga tempur dibawah komando Huzail Ukhbah dan Zayyad.
Sewaktu suku Hanifah mengirimkan utusan ke Madinah untuk menemui Nabi Muhammad SAW, setelah penaklukan kota Mekkah tahun 8 H. musailamah ikut dalam rombongan itu.melihat keagungan dan kemahsyuran Nabi Muhammad, maka sepulang dari Madinah, ia mendakwahkan dirinya sebagai nabi dan rasul, dan lambat laun pengikutnya semakin bertambah, apalagi setelah tersebar meninggalnya Nabi Muhammad SAW.

Untuk menghentikan gerakan musailamah, khalifah Abu Bakar mengirimkan pasukan dibawah komando panglima Ikramah bin Amru bin Hisyam, yang kemudian disusul dengan pasukan cadangan yang dipimpin Syarhabil bin Hasanah. Ikramah menganggap enteng pasukan musuh sehingga kurang memperhitungkan kekuatan lawan, dan ia tidak menunggu pasukan cadangan. Karena itulah pasukannya mengalami kekalahan dan sisanya yang sempat menyelamatkan diri berjumpa dengan pasukan cadangan. Mereka mendirikan perkemahan dan mengirimkan laporan ke Madinah.
Panglima Syarhabil diperintahkan Abu Bakar supaya tetap berada di tempatnya, dan nanti harus menggabungkan diri dengan pasukan Khalid bin Walid. Bila telah selesai menghadapi Musailamah, dia dan pasukannya harus berangkat membantu Amru bin Ash menghadapi suku Khuda’ah.
Khalifah Abu Bakar segera menyusun bala bantuan yang terdiri atas pasukan Al-Muhajirin dibawah pimpinan Abu Huzaifah dan Zaid bin Kais. Ia pun mengirimkan perintah kepada Khalid bin Walid di Wada’ Al Bathah supaya menunggu kedatangan bantuan dan menunjuknya untuk memimpin seluruh pasukan guna menghadapi musailamah al kadzab.
Karena kekuatan lawan berjumlah lebih besar, maka pasukan islam terdesak. Mengetahui akan kemungkinan mengalami kekalahan, maka Khalid segera mengubah strategi. Khalid memerintahkan pasukannya mundur. Ketika musailamah mengejar sampai perkemahan pasukan islam, mereka mengobrak abrik perkemahan. Sampai di kemah tempat kediaman Khalid, disitu ternyata ada tokoh yang sangat dihormati suku besar Hanifah, yakni Majat bin Mirarat. Mereka pun akhirnya membebaskan Majat bin Mirarat.
Saat pasukan musailamah pesta atas kemenangan yamg diperoleh, tiba-tiba pasukan islam menyerbu kembali dengan dahsyatnya. Pasukan musailamah terdesak, Muhakkam bin Thufail salah seorang panglima pasukan musailamah, segera berteriak :” hai Bani Hanifah, mundur ke taman!
Muhakkam bin Thufail sempat dipanah oleh Abdurrahman bin Abu Bakar, dan tewas seketika. Musailamah dengan sia pasukannya, segera menuju taman. Meskipun pasukan islam terus mengejar namun tak berhasil. Pasukan musailamah keburu masuk ke taman Al-Hadikat dan menutup gerbangnya.
Semalaman pasukan islam mengepung taman itu. Sekali-sekali anak panah dilontarkan pasukan islam dari luar taman. Satu, dua ada balasan. Panglima Khalid pun segera mengatur siasat. Setiap sudut taman diserang dengan dahsyat, diserbu dan dihujani anak panah. Sementara itu, sekelompok orang merayap mendekati tembok bagian pintu gerbang dan mengayunkan Al Barrak agar terlontar kedalam taman. Al Barrak hanya mendapat perlawanan kecil saat tiba didalam taman. Akhirnya, ia pun berhasil membuka gerbang taman, pasukan islam pun serta merta masuk bagaikan air bah. Menjaga supaya pasukan lawan tidak lari keluar. Begitu pasukan islam masuk gerbang ditutup kembali. Pasukan lawan pun menjadi panic, apalagi pasukan islam bertempur dengan semangat tinggi.
Peperangan terjadi dengan sengit, dan belum berhenti sebelum musailamah tewas. Sampai akhirnya, Khalid bin Walid berseru, menantang Musailamah untuk perang tanding. Tapi ternyata musailamah telah tewas lebih dulu di tangan Wahsyi. Wahsyi pun segera menyerukan Allahu Akbar!
Dengan kemenangan pasukan islam maka kabilah-kabilah dari suku besar Hanifah itu segera mengangkat bai’at khalifah Abu Bakar dan baiat mereka itu disampaikan oleh panglima Khalid bin Walid.

0 komentar:

Poskan Komentar